Posts

N G A B E N

Image
  We  Are Not Going Anywhere! Kita tidak ke-mana2         Ngaben atau mengabukan mengembalikan kelima elemen (pancha mahabuta) yang menyusun tubuh fisik ini. Kemudian menempatkan atau mendudukan pitara di kemulan R3, (moksha). Meskipun kita tahu bahwa yang bersangkutan pada saat masih hidup sering melakukan perbuatan tidak baik (tidak sesuai dengan dharma). Ngaben juga tidak ada kaitannya dengan status dan kedudukan seseorang, doanya tetap sama Amor Ing Acintya!  Itulah Etika dalam ritual Ngaben.         Sedangkan, dalam spritual atau kemurnian, tubuh astral setelah kematian yang masih membawa karma dunia atau masih terikat dengan hukum karma tidak diijinkan pergi kelapisan kosmik / ide kosmik ( Loka ) yang lebih tinggi, paraning numadi . Tetapi, tetap berada dilapisan Bumi ini (dunia materi), tidak ke-mana2. Hanya ber-pindah2 dari dan ke tubuh astral dan fisik, ( Punarbawa ).     Jadi, antara ritual dan spiritual ...

SYSTEM BINARY (Sankhya)

Image
  SYSTEM BINARY - (SANKHYA)         Keberadaan segala sesuatu di dunia ini selalu didasari atas bilangan binari atau system binary, pasangan / berpasangan. Disamping Matahari sebagai pusat gravitasi / pusat kehidupan, kita juga mengenal Zodiac yang mempengaruhi kehidupan di Bumi. Zodiac / Bhāvas (ke 12 Rashi bintang) memiliki konstelasi atau pasangannya masing2 sebagai fixed point atau patok untuk menentukan posisi matahari di alam raya ini. Zodiac, dalam kehidupan sosial mempengaruhi karakter / sifat2 dari kelahiran, dan juga padewasan (ala-ayu) baik - buruknya hari di setiap aktifitas.        Maha Rsi Manu membagi Jaman atau 'Yuga' menjadi Empat Yuga, berdasarkan peredaran matahari mengelilingi pasangannya (berpasangan), Matahari ber-sama2 dengan pasangannya mengitari pusat masanya, dan melintasi ke 12 Rashi bintang (zodiac). Satu kali putaran Yuga, membutuhkan waktu 24000 tahun, terdiri dari; 12000 tahun bergerak turun dan 12000 taha...

OBYEK BUKAN HAMBATAN

Image
O B Y E K  BUKAN HAMBATAN         Yang namanya obyek ya begitu, sifatnya sangat terbatas tidak bisa memberikan lebih.  Sedangkan indera menginginkan lebih, unlimited. Keinginan (nafsu) tanpa batas, keinginan takkan pernah terpenuhi!  Kenapa obyek yang dipermasalahkan! Kalau tidak bisa mengendalikan diri untuk apa beragama! Mata hanya berfungsi sebagai perantara untuk melihat, bukan untuk merespon.  Alat indera (mata) dengan pusat indera (otak besar) berbeda. Itu artinya semua masalah ada dipikiran bukan pada mata!     Dengan menutup obyek secara berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah! Itulah hambatan, walaupun tidak ditunjukkan, pikiran akan menemukan obyeknya / hambatannya sendiri. Weda telah memetakan seluruh hambatan, semua itu ada 9 hambatan. ° OUT OF THE BOX! ᭑᭙ ᬚᬸᬦᬶ ᭓᭒᭜ ᬤ᭄ᬯᬧᬭ ᬬᬸᬕ᭞ ᬍ᭜᭒᭜ ᬫᬲᭂᬳᬶ᭟

VISI

Image
V I S I Visi, adalah yang memberi arah pada energy kehidupan.  Kekeliruan atau kesalahan adalah tindakan yang terputus dari visi.  Perluas visimu dan perdalam kemurnianmu / jatidiri. Hal ini sudah tercermin dalam Catur Purusārtha, empat pilar untuk mencapai tujuan  ;  Dharma, Artha, Kama  dan  Moksha . Dharma : Kebenaran yang menjadi landasan atau acuan disetiap aktifitas kehidupan. Artha : Artinya Tujuan bisa juga berarti kekayaan atau kemakmuran yang dilandasi dharma atau kebenaran Kama : Keinginan, Weda mengijinkan untuk memenuhi keinginan asal didasarkan pada kebenaran/dharma. Moksha : Dalam pengertian Mokshartam Jagadhita, adalah target atau pencapaian.         Jadi Visi adalah kebenaran / kewajiban, kewajiban adalah kebebasan, melakukan kewajiban untuk kepentingan orang banyak, tanggung jawabnya kepada Tuhan. Itulah ultimit dari pikiran, wujud tertingginya. Maka perluaslah VISI.     ...

MENCEMASKAN KEMATIAN

Image
MENCEMASKAN  K E M A T I A N !          Rasa takut yang paling mendalam, adalah ' Mencemaskan Kematian ,' salah satu dari sumber duka/klesa. Weda telah memetakan semua sumber duka, sarwa klesa/segala duka, apa saja yg termasuk dlm sarwa klesa ; Avidyā, Asmitā, Rāga, Dweşa dan Abhiniweśah . Disebut dg Pancha Klesa : ▪ Avidyā = ketidak tahuan, ignorance ▪ Asmitā = keakuan, ahamkara atau ego ▪ Rāga = ketertarikan, kesenangan ▪ Dveşa = penolakan, ketidak senangan, kebencian. ▪ Abhimiveśah = rasa cemas, ketakutan akan kematian. Itulah kelima sumber duka.        Avidyā  adalah sumber dari segala sumber duka. Kalau diibaratkan sebuah pohon, Avidyā adalah akar, sedangkan klesa2 yg lain adalah cabang dan ranting. Kalau hanya memotong cabang dan ranting saja tanpa mencabut akar, akan tumbuh lagi, bahkan tumbuhnya bisa lbh lebat. Kalau akarnya kita cabut, cabang dan ranting akan rontok dg sendirinya. ...

EVENT

Image
EVENT - PERTUNJUKAN - PAGELARAN!         Setiap pagelaran atau event akan berakhir. Pagelaran bagi Jiwa individu dg pagelaran Purusha berbeda. Pagelaran yg dinikmati oleh jiwa individu ada durasinya,  menit, jam, dan kemudian diulang lagi diperiode berikutnya.  Sedangkan pagelaran bagi purusha selalu ada dan akan tetap ada, boleh dikatakan tanpa awal dan akhir! Keberadaan alam benda  atau Prakerti selalu ada! Begitu juga Purusha atau gugusan purusha yang menikmati pagelaran tsb.         Jiwa individu yg sdh bosan dg pagelarannya kemudian meninggalkan arena pertunjukannya disebut dg Jiwa Mukti! Bagi Jiwa individu yg telah mencapai tujuannya / jiwa mukti, tapi tetap berada diantara jiwa2 individu dan ikut mengambil peran dlm pagelaran disebut dg orang yg berjiwa besar atau Mahatma.         Itulah kehidupan akan selalau ada dan terus berlangsung. Bagi Ji...

LOGIKA

Image
LOGIKA BUKAN ULTIMITNYA PIKIRAN        Logika = Pramana = berpikir yg benar / berpikir kognitip. Weda membagi Pramana menjadi 3 ; Praktyasa (yg nyata), Agamana (berdasarkan sastra2) dan Anumana (menebak melalui bukti). Itulah ketiga bukti/alasan yg selalu dicari oleh pikiran. Sedangkan kebenaran tdk bisa dibuktikan, tdk ada orang yg mampu membuktikan Tuhan.   Kebenaran diatas logika, tdk bisa dimengerti melalui bukti dan alasan. Logika hanya untuk menjaga hidup ini. Jadi, bebaskan pikiran ini dari segala bukti dan alasan, baik itu benar maupun salah karena segalanya akan berubah tdk ada yg solid. Cukup kenali, pahami dan biarkan, - Nak Mule Keto! Gambar dari Internet!

MODIFIKASI PIKIRAN

Image
MODIFIKASI  PIKIRAN - (chitta)      "Kita cenderung berlari mengikuti pikiran, tdk ubahnya sprti seekor anjing mengejar tulang. Setiap tulang dilempar kita mengejarnya. Sebagai gantinya, jadilah seekor singa, alih2 mengejar tulang, berpaling pd sipelempar. Tulang hanya sekali dilempar pd seekor singa" - (Milarepa Buddha - Tibet.)      Yoga juga mengatakan hal yg sama "Citta Wretih Nirodah," hentikan mod citta, hentikan pikiran berwretih / bermodifikasi - (Patanjali -YSP) Bagaimana caranya ?     Abyasah dan Vairagya adalah teknik yg ditawarkan oleh Bhagawad gita dan Yoga Sutra Patanjali. Yg artinya, membiasakan diri dan tdk mengklaim dari setiap tindakan, org Bali menyimpulkan dg 'nak mule keto'. - FOCUS, DYNAMIC and RELAXS Tetaplah bertahan pd satu tujuan, - KEEP GOING ON ONE THING! Seperti menggali sumur tetap pd satu ttk sampai menemukan air. Hal itu membutuh waktu lama - Dirghakala - lama sekali.     Yang dimaks...

S A R A S W A T I

Image
S A R A S W A T I         Makna dari hari raya Saraswati adalah pembagian otak besar menjadi 4 kortek/lobe : •Frontal lobe = tindakan, sadhana (merah) •Parietal lobe = pengalaman, vibhuti (biru) •Occipital lobe = pencapaian, samaddhi (hijau) •Temporal lobe = pengetahuan, kaivalya (kuning)          Saraswati , adalah tempat berstananya ilmu pengetahuan, pengalaman, tindakan dan pencapaian. Disimbolkan dengan wanita cantik bertangan 4, yang berkaitan dengan ke 4 kortek / lobe dalam otak besar. ᭒᭜ ᬚᬸᬦᬶ ᭓᭒᭜ ᬤ᭄ᬯᬧᬭ ᬬᬸᬕ᭞ ᬍ᭜᭒᭜ ᬫᬲᭂᬳᬶ᭟ RAHAJENG SARASWATI Sumber gambar dari Internet!