Posts

Showing posts with the label rainan

T U M P E K

Image
  RAHAJENG TUMPEK Makna tumpek  menurut Hindu Bali, TUMPEK = TAMPEK = DEKAT. Mendekatkan diri Kepada Tuhan, atau mendekatkan diri pada  Tuhan Iswara, Tuhan   yang bersemayam disetiap insan, atau bersandar / berpasrah pada kemurnian (jatidiri). Bagaimana caranya mendekatkan diri ?         Dengan menipiskan kabut yang menyelimuti kesadaran ini, ( menipiskan tirai ). Tumpek adalah pertemuan hari terakhir dari saptaware dan pancaware, (Saniscare Kliwon). Saniscara, akhir dari saptaware. Kliwon, akhir dari pancaware. Itulah akhir perjalanan manusia dalam mencapai tujuannya, sudah tercermin dalam ritual  / rainan tumpek. Mpu Kanwa telah membuat ilustrasinya dalam Arjuna Wiwaha (Sasi wimba), bahwa dengan Yoga adalah saatnya kita untuk mengakhiri semuanya. Menghentikan pikiran larut dengan keadaan/dunia luar. Selama pikiran masih mengasumsi  dan mengidentifikasi  keadaan, pencerahan / kedekatan / kemanunggalan, tidak akan pernah terjadi...

RERAINAN

Image
RERA INAN di B A L I                 Rerainan di Bali berdasarkan pertemuan dari  Panca wara (5 hr) dengan  Sapta wara (7 hr) dan Wuku (30 mgg), diulang setiap 6 bulan. Dimulai dari  Budha kliwon Sinta , hari raya   Pager Wesi.  Kemudian  berakhir pada hari raya  Saraswati, Saniscara Umanis Watugunung .  Saraswati,  dari urat kata ' Sara'  dan ' Aswat' , " Sara "  = panah = manah = pikiran, dan " Aswat "  = kuda liar. "Pikiran seperti Kuda Liar. "  Pikiran sulit dikendalikan, karena pikiran sulit dikendalikan maka pada hari Saraswati dipakai sebagai tonggak untuk mengevaluasinya. Bahwa, diperlukan perencanaan atau jadwal dalam menata kehidupan selama 210 hari (6 bulan). Dimulai dari hari pertama dalam sapta wara dan wuku, jatuh pada  Redite Sinta , disebut dengan Banyu Pinaruh, titik awal dimulainya periode wuku, kemudian Soma Ribek, setelah itu Pager Wesi, Pager Wesi jatu...