Posts

Showing posts with the label mati

Mati tdk butuh persiapan

Image
MATI TIDAK BUTUH PERSIAPAN Untuk apa mempersiapkan kematian?   Tanpa persiapanpun pasti akan mati! Lalu apa yang mesti kita lakukan dalam kehidupan ini, lahir sebagai Manusia ? Kita harus paham dengan  Grand Design , atau rencana besarnya! Mpu Kanwa , telah membuat ilustrasinya dalam sebuah syair 'Sasi Wimba' dalam Arjuna Wiwaha, tidak lain adalah kesimpulan dari Yoga Sutra Patanjali . Begitu juga Mpu Tan Akung  dalam kisah LOBDHAKA , diambil dari percakapan seorang Rsi dalam Uttara Kanda (RAMAYANA). Inti dari kedua sastra tersebut adalah, capailah targetMu sebagai Manusia sebelum kematian datang!       Jadi dalam kehidupan ini kita sebagai manusia harus memiliki Visi dan tahu Kewajiban . Mereka yang tidak memahami kewajibannya diibaratkan seperti orang sudah mati. Dalam  Itihasa,  yang dimaksud dengan orang sudah mati, adalah mereka yang selalu menggantungkan hidupnya pada pikiran ini, pikiran sibuk mengidentifikasi dan mengasumsi keadaan. (sib...

MATI MENURUT ITIHASA

Image
M A T I  MENURUT ITIHASA (Bhisma, Drona dan Karna)        Bhisma, kemampuam apa yang tidak dimilikinya. Bhisma dengan sumpahnya bagaikan benteng yang berdiri tegak ditengah jalan, menghambat atau sebagai penghalang berlangsungnya kehidupan, kehidupan menjadi mandeg tidak ada yang mampu meggesernya.     Drona, keahlian apa yang tidak dimiliki, mampu membuat senjata nuklir (brahmastra), hanya diajarkan pada anaknya dan Arjuna. Hidup hanya untuk anaknya supaya bisa menjadi raja, meskipun dengan cara tidak benar untuk mewujudkan ambisinya. Meminta kepada murid2nya melakukan balas dendam.        Karna, kesaktian apa yang tidak dikuasai, hidupnya penuh dengan penyesalan dan dendam kepada Arjuna. Memakai baju baja yang melekat ditubuhnya (baju zirah), tidak bisa ditembus senjata. Baju baja, cermin dari ego setiap individu. Ego bagaikan memakai baju baja tidak bisa dibuka oleh siapapun, kecuali intervensi seorang Guru atau...

WE ARE NOT GOING ANYWHERE

Image
WE ARE NOT GOING ANYWHERE         Moksha , yg dimaksud dg moksha oleh orang Bali, adalah kematian fisik, atma bersatu dg pencipta. Begitu pendapat sebagian besar orang Bali, Amor Ing Acintya , doanya orang Bali ketika ada kematian.    'Tubuh astral setelah mengalami kematian dan masih membawa karma duniawi, tdk diijinkan naik ke lapiasan kosmik (ide cosmis) yg lbh tinggi, hanya berpindah dari dan ke tubuh astral dan fisik'  -  (punarbawa). We are not going anywhere! - kita tdk ke-mana2 setelah mati! ( Lapisan kosmik = Loka, ada tujuh Loka atau Sapta Loka. Punarbawa = kelahiran berulang  )           Dwijati  adalah lahir kedua kalinya, sama dg kematian bagi seorang Sadhaka. Bukan kematian fisik yg dimaksud. Dwijati pengertiannya sama dg Mokshartam Jagadhita, 'Suka Tan Mewali Duka' (Anand = kedamaian abadi). Adalah momen yg paling penting dlm kehidupan manusia. Kematian fisik akan menjadi fenomena a...

hidup mati sudah kita bawa dari sejak lahir

Image
HIDUP MATI SDH KITA BAWA SEJAK LAHIR          Dengan bernafas, membuat kita hidup, nafas juga akan mengantarkan kita pada kematian. Pada saat bernafas menghirup O2 akan terjadi proses oksidasi, menghasilkan oksidan yg merupakan racun bagi sel2 yg baru tumbuh. Menyebab ribuan sel mati pada saat bernafas. Sesungguhnya kematin itu sdh kita alami setiap saat, pada waktu bernafas , - kita tdk menyadarinya. Dan juga, sel2 yg baru tumbuh justru menduplikat umur sel yang telah mati, kemudian mengganti dan melanjutkannya. Itulah sebabnya kenapa kita bertambah tua. Itulah rahasia awet muda, kalau kita mampu mengelolanya.          Dalam dunia spiritual, nafas yg kita anggap sebagai nafas alami, nafas ini, sebenarnya bukan nafas asli. Nafas asli hanya kita miliki ketika masih bayi atau anak2, bernafas menggunakan diafragma. Setelah pikiran kognitip kita mulai berkembang, pikiran ini mulai mengasumsi keadaan, nafas juga berubah...