Posts

KARMA BAIK dan TUJUAN HIDUP biarkan terbang dibawa angin

Image
  K A R M A  B A I K  dan  TUJUAN HIDUP, biarkan terbang dibawa angin! Jangan terikat dengan Hukum Karma , selama pikiran masih berharap pahala dari perbuatan baik, masalah/konflik akan selalu ada !!! Itulah belengu atau perangkap yang membuat kelahiran berulang, artinya kita cenderung ingin meng-ulang2 hal yang sama. Patanjali mengatakan, Bersandarlah pada Kesujatian/Kemurnian. ᬢᬤ ᬤ᭄ᬭᬱ᭄ᬢᬸᬄ ᬲ᭄ᬯᬭᬹᬧᬾ ᬯᬲ᭄ᬢᬵᬦᬀ -  Tadā draşțuh svarūpe vasthānam. Mereka yang dianggap cerdas oleh Bhagawad Gita  adalah mereka yang melihat keheningan dalam aktifitasnya dan melihat aktifitas dalam keheningan! Inti dari dari 700 an sloka dalam Bhagawad Gita kita hanya dituntut untuk beraktifitas atau Berkarma ! ( megae ). Karma, yang tidak mengikatkan diri pada hasil/buah. Selalu berbuat baik dan abaikan! -  (lupakan) (Bekerja tanpa pamerih, itulah Etos kerja dari Bhagawad Gita) KARMA BAIK DAN TUJUAN HIDUP BIARKAN TERBANG DIBAWA ANGIN! I NEED NOTHING, I SEEK NOTHING, I...

MULTITAFSIR WEDA

Image
  MULTITAFSIR WEDA antara TRADISI  dengan  SAMPRADAYA.       Dalam agama Hindu, sampradāya dapat diterjemahkan sebagai 'garis keturunan spiritual' atau 'sistem keagamaan'.      Di Bali belakangan ini muncul polemik diantara orang Bali, yang berpegang pada tradisi kuno dengan salah satu sampradaya (HK).  Permasalahan yang muncul adanya perbedaan cara beritualnya orang2 HK bertentangan dengan tradisi Bali. Mereka menganggap apa yang terjadi di Bali tidak sesuai dengan Sastra Sruti Bhagawad Gita (BG), diantaranya adalah penyembahan pada leluhur dan binatang kurban dalam ritual. Begitu juga beberapa orang Bali tidak setuju menganggap Krishna sebagai Tuhan.     Penyembahan terhadap leluhur sudah menjadi pedoman orang Bali dalam berdoa, sebagaimana halnya Krishna dalam (BG), sama2 menyembah oknum . Hampir disemua Pura2 di Bali, Sad Kahyangan maupun Dang Kahyangan selalu mendudukkan para leluhur yang sudah sampai untuk dipuja atau ...

LOGIKA, SASTRA, MEDITASI dan SINGULARITAS

Image
  LOGIKA, SASTRA2, MEDITASI dan SINGULARITAS .       Kalau saja seluruh pengetahuan dan kebenaran ada di dalam buku/sastra dan dengan berlogika semua masalah dapat diatasi, untuk apa bermeditasi?     Meditasi , artinya mengistirahatkan pikiran, untuk melupakan segalanya. Kalau masih ada yang dipikirkan meditasi tidak akan pernah terjadi. Patanjali menyebutnya dengan  Abhyasah Purwa , latihan beristirahat.   Logika  / berpikir kognitif / berpikir yang benar / premana (tri premana) adalah keterbatasan atau ketidak mampuan. Sebagaimana Shiwa memakai atribut bulan sabit dikepalanya, artinya pergunakan pikiran sesedikit mungkin jangan seluruhnya, rilek. Karena, " Seluruh pengetahaun dan kebenaran ada dipusat kesadaran dimana Tuhan berada " ( Patanjali ) Logika hanya untuk menjaga hidup ini!       Stephen hawking juga mengatakan hal yang sama dalam bukunya, "The brief history of time" Segala yang ada dimulai dari Singularitas da...

MAKNA DARI CERITA LOBDHAKA

Image
  Makna dari crita LOBDHAKA dalam SHIWARATRI. (Shivaratri)       Weda , memiliki 40 aspek dalam wujud buku/tatwa/filsafat. Terdiri dari 4 aspek dalam catur weda dan 36 aspek tersebar dalam (Vedānga, upānga, Upa-veda, brāhmaņa, prātishākhya). Semua Sastra tersebut memuat ajaran tentang kemanunggalan, kebenaran hakiki. Tapi, ketika kita membacanya, pikiran ini cenderung membandingkan. Se-olah2 satu sastra dengan sastra yang lain saling bertolak belakang atau bertentangan. Begitulah cara kerja pikiran melihat sesuatu dengan cara tidak utuh atau mem-banding2-kan, selalu mendua / bercabang.     Leluhur kita, Mpu Tanakung telah membuat ilustrasinya dalam kisah Lobdhaka,  (Shiwaratri). Bahwa dengan hanya membaca buku ibarat kita memasuki sebuah hutan belantara, penuh dengan pohon dan belukar, membuat kita tersesat/kebingungan. Seperti Lobdhaka sang pemburu tidak menemukan binatang buruan dan akhirnya kemalaman dihutan kemudian terpaksa memilih salah sa...

PIKIRAN SEPERTI SEORANG PENJUDI

Image
PIKIRAN SEPERTI SEORANG PENJUDI !       Pikiran mirip seperti seorang penjudi, sebagaimana Yudistira dalam permainan dadu, selalu muncul dengan kecenderungan2 dan kita cenderung berlari mengikutinya. Seperti seekor anjing mengejar tulang!  Setiap tulang dilempar anjing akan selalu mengejarnya. Sebagai gantinya, jadilah seeokor singa. Alih2 mengejar tulang, menoleh pada sipelempar, tulang hanya sekali dilempar pada seekor singa! (Milarepa)       Begitulah hidup yang sedang kita jalani, pikiran ini larut dan terperangkap dengan dunia luar sepanjang hidup, pikiran terikat dan dibentuk oleh apa yang kita lihat, dengar, cium, raba dan rasakan. Kita mengambil bentuk2 apa yang ada dalam pikiran atau kita dibentuk oleh apa yang ada dalam pikiran - Vrtti sārūpyam itaratra (YSP). Larut dengan dunia luar! Pikiran bermodifikasi mengikuti keadaan dunia luar.                    Pikiran cenderung melompat meras...

CERITA - SEJARAH

Image
  C E R I T A     Sebaik atau senyata apapun fakta yang ditampilkan sebuah cerita/sejarah akan tetap sebagai cerita, sifatnya hanya menghibur. Selama tidak melakukan apa2, kita tidak kemana2 hanya mutar2 ditempat. Pencerahan atau pencapaian didasarkan atas pengalaman dalam latihan. Pengalaman yang mengantarkan kita untuk sampai pada tujuan bukan ceritera. Cerita cenderung menina bobokan atau membuat kita tertidur.     Kita lahir kedunia bukan untuk mendengarkan cerita tapi untuk mencari solusi! Sadar atau tidak, mengerti atau tidak, percaya atau tidak, bahwa kita lahir sebagai manusia adalah untuk mengenali diri sendiri, ' siapa saya ' - paraning numadi Itulah kewajiban! - itulah kebebasan! - itulah pencerahan! - Itulah YOGA !        Yoga bukan Agama, yang mengajarkan boleh dan tidak boleh, Yoga juga bukan saat kita me-mutar2 tubuh ini. Yoga adalah kemanunggalan / unity, bahwa kita satu energi . Yoga mengajarkan bagaimana cara ...

KIBLATNYA ORANG BALI DALAM BERDOA!

Image
  KIBLATNYA ORANG BALI DALAM BERDOA      Meskipun Bali telah menerima Agama sebagai dasar filosopi, namun dalam pelaksanaannya Bali masih tetap berpegang pada kearifan lokal, pemujaan kepada leluhur.       Konsep Padma Tiga di Besakih adalah cermin dari prinsip Shiwa Sidanta / Shiwaisme / TRI PURUSHA (Shiwa, Sada Shiwa, Parama Shiwa), tapi orang Bali dalam praktiknya, memuja/sembahyang kepada leluhur, Ida Bhatara Lingsir. Memuja leluhur dan mendudukkan Leluhur sebagai  Shiwa Lingga  (Ista Dewata). Tidak menyembah Dewa2. Yang dianggap Leluhur paling tinggi kedudukannya oleh orang Bali adalah Bhatara Tiga; BH Putranjaya (Besakih), BH Gnijaya (Lempuyang) dan BH DEWI DANU (Batur).  Hampir semua PURA-PURA di Bali ada oknumnya atau mendudukkan Leluhur yang sudah sampai sebagai  Shiwa Lingga , atau obyek yang dipuja. Sebagai perwujudan atau manifestasi Tuhan dalam wujud nyata. Begitu juga disetiap rumah memiliki Rong Telu, prinsip pe...

D O A

Image
  PERMOHONAN DALAM  D O A ! Apa itu DOA? • DOA untuk orang biasa / umum :         Ada 7 permintaan / permohonan di dalam Doa, sudah menjadi patokan kita di Bali: 1. Kerahayuan ( Ayu ), 2. Berkelanjutan, sustainable  ( Yase ), 3. kecerdasan ( Pradnyan ), 4. kebahagiaan ( Suka ),  5. kemakmuran ( Sriyem ), 6. kebenaran ( Dharma ), 7. keturunan ( Shentana ). Itulah permohonan dalam Sapta Werdhi. (Ayur werdih yasa werdih ....... dst.) Itulah permohonan orang Bali di dalam doa, sudah ada acuannya/patok! • DOA bagi seorang Sadhaka ( YOGI ):         Patanjali mengatakan Doa adalah melarutkan diri / meleburkan diri. Melarutkan diri dalam kesadaran Ilahi / meleburkan diri dalam kesadaran Shiwa - bersatu dalam kesadaran Shiwa.  "I NEED NOTHING! - I SEEK NOTHING! - I DESIRE NOTHING!" (Saya tidak butuh apa, tidak mencari apa dan tidak berharap apa). Itulah Doa menurut Spiritual/kemurnian. Jadi, Doa atau Berdoa tergantung kita! ...

Mati tdk butuh persiapan

Image
MATI TIDAK BUTUH PERSIAPAN Untuk apa mempersiapkan kematian?   Tanpa persiapanpun pasti akan mati! Lalu apa yang mesti kita lakukan dalam kehidupan ini, lahir sebagai Manusia ? Kita harus paham dengan  Grand Design , atau rencana besarnya! Mpu Kanwa , telah membuat ilustrasinya dalam sebuah syair 'Sasi Wimba' dalam Arjuna Wiwaha, tidak lain adalah kesimpulan dari Yoga Sutra Patanjali . Begitu juga Mpu Tan Akung  dalam kisah LOBDHAKA , diambil dari percakapan seorang Rsi dalam Uttara Kanda (RAMAYANA). Inti dari kedua sastra tersebut adalah, capailah targetMu sebagai Manusia sebelum kematian datang!       Jadi dalam kehidupan ini kita sebagai manusia harus memiliki Visi dan tahu Kewajiban . Mereka yang tidak memahami kewajibannya diibaratkan seperti orang sudah mati. Dalam  Itihasa,  yang dimaksud dengan orang sudah mati, adalah mereka yang selalu menggantungkan hidupnya pada pikiran ini, pikiran sibuk mengidentifikasi dan mengasumsi keadaan. (sib...